WELCOME TO MY PARADISE, ENJOY MY BLOG

Minggu, 12 Januari 2025

ALUR CERITA FILM THE BABY SITTER (2017)

Sejujurnya gw gak nonton trailernya, gak baca juga sinopsisnya, gw cuma liat cuplikannya di IG atau dimana ya, pokoknya yang pas adegan sadisnya.

Nah karena demen banget sama film thriller, gw pikir bakal seru nih. Film The Baby Sitter ini merupakan film rilisan tahun 2017. Agak lama emang, tapi gw baru aja liat di Netflix.

Daripada kelaman, langsung aja kita mulai bahas alur ceritanya ya.

Adegan awal akan memperlihatkan seorang anak remaja laki-laki (gw gak tau ini anak kira-kira umurnya berapa, mungkin usia-usia SMP-an gitu kali ya.. baru aqil baligh, anggeplah begitu) Intinya dia sedang ada di satu ruangan dengan seorang dokter. Kelihatannya sih kayak UKS gitu ya.

Cole, nama anak tersebut, sedang berusaha menghentikan sang dokter untuk menyuntiknya. Mungkin semacam imunisasi gitu lah.

Si Cole ini memang anaknya sangat penakut, termasuk takut dengan jarum suntik. Ia juga sering sekali dibully oleh anak-anak lain.

Waktu pulang sekolah, Cole juga sempat dibully oleh beberapa orang anak. Namun kemudian datanglah seorang cewek seksi dan kece maksimal yang membela dan menyelamatkan Cole. Tidak hanya itu, cewek yang usianya kira-kira sepantaran sama embak-embak kuliahan tersebut juga berhasil membuat para pembully Cole ketakutan dan kabur.

Ternyata eh ternyata, embak-embak yang bernama Bee tersebut adalah baby sitter atau pengasuhnya Cole. Heran memang, kenapa anak remaja masih punya pengasuh. Mungkin orang tuanya nganu atau apalah entah.

Teman sekolah yang juga tetangga Cole, Melanie, gadis yang manis dan imut-imut suatu ketika membicarakan tentang baby sitter Cole. Menurutnya, sang baby sitter akan mengadakan pesta seks di rumah Cole ketika Cole sudah tertidur. Untuk itu, Melanie meminta Cole untuk coba mencari tahu hal tersebut.

Suatu hari saat weekend, emak bapaknya si Cole ini mau pergi berdua dan Cole ini nantinya akan ditemani oleh Bee, sang baby sitter yang cantik dan sexy. Tolong yang otaknya mesum-mesum (kayak gw) jangan harap ada adegan nganu antara Cole dan Bee, karena si Bee ini baby sitter yang sangat seru, macam bestienya Cole atau kakak perempuan yang asyik.

Seperginya orang tua Cole, Bee mengajak Cole untuk bersyenang-syenang seperti renang bareng, nonton layar tancep sambil lipsync dialog film sampai yang paling seru dan gw tonton berulang-ulang adalah saat Cole dan Bee ngedance bareng.




Scene ini seru banget, kalian bisa tonton disini.

Meski si Bee ini baby sitter yang nyentrik, tapi dia tidak lupa tugas utamanya, dia tetap memasak untuk Cole dan karena ibunya Cole sudah wanti-wanti untuk tidak memberikan Cole junk food, Bee pun membuatkannya pizza.

Setelah ngobrol sebentar, Cole akhirnya disuruh tidur oleh Bee. Tapi karena Cole merasa belum ngantuk, akhirnya Bee membujuknya dengan memberikan minuman beralkohol yang tanpa sepengetahuan Bee, Cole tidak meminumnya melainkan membuangnya.

Akhirnya setelah mengantarkan Cole ke kamarnya, Bee turun ke lantai bawah. Dan tebak apa yang terjadi. Ya, Bee ternyata membawa beberapa orang masuk ke rumah Cole untuk mengadakan sebuah pesta.

Cole yang memang belum tertidur, mencoba untuk mengintipi kegiatan Bee dan kawan-kawannya melalui celah-celah tangga.

Awalnya Cole sangat senang mengintip kegiatan seru yang dilakukan Bee CS. Mereka memainkan permainan truth or dare. Ketika tiba giliran Bee, ia memilih dare dimana salah seorang teman Bee memberikan tantangan untuk mencium semua orang yang ada disana.

Ketika tiba giliaran Bee mencium seorang cowok culun berkacamata, cowok tersebut awalnya menolak karena merasa malu. Namun Bee berhasil membujuk dan menciumnya dan membuat si cowok terlena. Namun tiba-tiba Bee menusukkan 2 pisau ke kepala si cowok culun.

Bukannya terkejut, teman-teman Bee yanglain justru menadahi darah yang mengucur dari cowok culun tersebut. Syok, takut dan megap-megap, itulah yang dirasakan oleh Cole. Ia segera naik dan kembali pura-pura tidur di kamarnya.

Bee kemudian memasuki kamar Cole bersama dengan teman-temannya. Salah satu teman Bee bertanya, apakah Cole akan terbangun? Bee pun menjawab bahwa Cole tidak akan terbangun karena minuman beralkohol yang ia berikan tadi sudah dicampur semacam obat tidur.

Ternyata kedatangan Bee dkk ke kamar Cole adalah untuk mengambil darah Cole menggunakan suntikan. Cole yang memang phobia terhadap jarum suntik hanya bisa sekuat tenaga menahan ketakutannya dalam diam dan mata terpejam.

Setelah Bee dkk pergi, Cole langsung terbangun dan mulai mengikat sprei untuk turun dari kamarnya melalui jendela. Namun sayang, belum sempat ia kabur dari jendela, Bee sudah kembali lagi ke kamar Cole. Karena pengaruh sesuatu, Cole jatuh pingsan dan saat dirinya sadar, ia sudah dalam keadaan terikat dengan Bee dkk di sekelilingnya.

Disitulah terjadi adu mulut antara Cole dan Bee. Bee dengan tetap cool menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Cole, termasuk mengenai mengapa ia mengambil darah Cole. Bee mengaku bahwa ia akan melakukan eksperiman dengan darah Cole. Namun tentu saja Cole tidak percaya begitu saja, karena ia melihat sendiri bagaiman Bee menusuk kepala si cowok tadi.

Di tengah situasi yang genting, ternyata Cole memiliki pisau kecil di tangannya dan berusaha memotong tali yang mengikat tangannya. Namun apa yang dilakukan Cole tersebut dapat dengan mudah diketahui oleh teman-teman Bee melalui pantulan cermin di belakang Cole. Namun Cole tidak mempedulikannya dan tetap berusaha memotong tali tersebut.

Ternyata, Bee dan teman-temannya ini sedang mengadakan ritual sesat penyembahan setan, dimana ia harus mencampurkan darah cowok tadi dan darah Cole untuk kemudian diteteskan di buku mantera, lalu keinginan mereka semua akan terkabul.

Namun belum sempat melakukan sesuatu pada Cole, 2 orang polisi datang ke rumah Cole dan mencoba menyelamatkan Cole. (btw itu polisi yang nelpon Cole ya, dia tuh culun gitu pinter dan tahu kode-kode rahasia kepolisian, karena memang sempat punya cita-cita jadi polisi).

Salah satu dari 2 orang polisi tadi sempat menembak salah satu teman wanita Bee dan tepat mengenai salah satu payudaranya. Tapi hebat loh, kena tembak di nenen gitu dia gak mati. Aturan kan tembus ke jantung ya. Tapi ya dasarnya emang film komedi ya mau gimana lagi. Terserah Pak Sutradara juga kan. Polisi-polisi tadi juga tewas secara mengerikan di tangan Bee dkk.

Setelah berhasil terlepas dari ikatan, Cole melarikan diri ke kamarnya. Teman-teman Bee segera mengejar. Disinilah ketegangan mulai terjadi. Namun bukan film namanya kalau tokoh utamanya tewas begitu saja. Teman-teman Bee tewas secara mengenaskan 1 persatu saat mencoba mengejar dan menangkap Cole. Ada yang jatuh dari lantai dua, ada yang meledak di basement karena disulut kembang oleh Cole, ada yang terjerat tali dan tergantung di pohon. Yang tersisa hanyalah Bee dan 1 orang cewek yang tadi tertembak nenennya.

Cole berhasil melarikan diri dan masuk ke rumah Melanie. Kebetulan bapaknya Melanie yang tidak suka pada Cole juga sedang kencan dengan seorang wanita. Cole menjelaskan kepada Melanie bahwa baby sitternya, Bee, adalah orang yang jahat.

Saat itulah Bee masuk ke rumah Melanie dengan senapan di tangannya. Namun karena hoki, mereka berdua tidak ketahuan. Bee berlalu dari rumah Melanie.

Cole pun minta maaf pada Melanie karena telah membawanya dalam situasi mengerikan ini. Ia berjanji akan menyelesaikan semuanya sendiri. Setelah itu, Cole keluar dari rumah Melanie dan teriak-teriak memanggil dan menantang Bee. Ia juga segera masuk ke rumahnya untuk mencari keberadaan Bee.

Sampai sini mungkin penonton yang suka overthink kejauhan (macam gw gini) akan berpikir film ini mulai menunjukkan plot twist nya nih, karena saat si Cole memasuki rumahnya dan dia bilang "kemana mereka semua?" disitu gw sempet mikir kalau ternyata si Cole ini adalah seorang anak yang halu maksimal totalitas. Macam punya kepribadian ganda gitulah.

Tapi ternyata, teman wanita Bee yang tadi tertembak di dadanya masih hidup dan mencoba menyerang Cole menggunakan pisau dapur. Dalam keadaan terdesak seperti itu, tiba-tiba Bee datang dan menembak kepala teman wanitanya tersebut hingga tewas di tempat seketika.

Bee mencoba mengajukan perdamaian dengan membujuk Cole karena Cole mengancam akan membakar buku mantera yang digunakan untuk ritual sesat sekte yang diikuti oleh Bee.

Bujukan demi bujukan Bee lontarkan pada Cole agar tidak membakar bukunya. Ia juga membeberkan rancangan skenarionya, bahwa mereka berdua diserang dll. Namun Cole tidak mau manut begitu saja. Ia tetap membakar buku mantera tersebut dan kabur keluar dari rumah, sementara Bee berusaha memadamkan api yang membakar buku manter tersebut dengan menggunakan bantal sofa.

Keluar dari rumah, Cole ternyata masuk ke mobil kebanggaan bapaknya Melanie, menyalakannya menggunakan kunci yang diletakkan di dalam mobil, dan memacunya dengan kecepatan tinggi.

Kirain ini anak mau kabur dari Bee atau lapor polisi gitu ya. Ternyata justru ia mengemudikan mobil tersebut menuju rumahnya dan menabrakannya tepat dimana Bee berada. Setelah semuanya amburadul, Cole keluar dari mobil dan menemukan Bee sudah tergencet oleh mobil.

Disitulah akhir pertemuan mereka, karena setelah itu polisi datang membereskan semuanya, orang tua Cole juga pulang dan bapaknya Melanie sangat murka karena mobilnya dicuri dan kini hancur lebur.

Film ini bukanlah film thriller yang serius dan menegangkan banget karena banyak dialog dan adegan yang masih dicampur sama komedi gitulah. Sebenarnya genre film ini juga horor-komedi. Tapi menurut gw kok malah jatuhnya thriller ya, karena banyak adegan-adegan sadisnya bukan yang horor hantu-hantuan atau setan-setanan gitu. Jadi untuk yang suka film thriller berat, film ini bisa dibilang kurang cocok karena keseriusannya tuh kurang gitu lho. Tapi overall, alur ceritanya oke. Menghiburlah, kecuali bagian darah-darah yang mengucur. Ya tetap menghibur sih, terutama yang punya jiwa-jiwa psikopat.

Oke, gitu aja, jangan lupa nonton filmnya secara langsung untuk lebih seru, mumpung masih tayang di Netflix.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar